Panduan Ultimate Screener
Panduan ini dibuat buat kamu yang mau pakai web ini dari nol: mulai dari lihat kondisi market, cari saham yang baru masuk radar, baca chart, sampai pakai conviction report dan Telegram bot.
Catatan cepat: web ini adalah alat bantu riset, bukan ajakan beli/jual. Tetap pakai risk management sendiri.
Isi Panduan
- Alur Pakai Paling Simpel
- Dashboard
- Screener
- Analysis / Chart
- Conviction Report
- Breakout
- Research
- Settings
- Telegram Bot
- Cara Baca Sinyal dan Risk
- Workflow Harian
- FAQ Singkat
Alur Pakai Paling Simpel
Kalau baru buka web ini, jangan langsung loncat ke entry. Pakai urutan ini:
- Buka
Dashboarduntuk lihat market lagi sehat atau lagi rawan. - Buka
Screeneruntuk lihat saham yang baru masuk radar. - Klik
Reportdi saham yang menarik. - Di halaman
Analysis, cek chart dan conviction report. - Kalau report dan chart searah, baru pertimbangkan plan.
- Kalau screener aktif tapi chart bilang risk-off, jangan paksa entry.
- Catat area
entry,stop,target, dan batas waktu skenario.
Dashboard
Dashboard adalah halaman pembuka buat baca kondisi pasar secara cepat.

Yang perlu dilihat:
Top gainerdanTop loser.- Chart IHSG, Nikkei, dan VIX.
- Panel
IDX Moversuntuk saham yang geraknya ekstrem. - Panel berita dari CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.
Cara pakai:
- Klik
Refresh semuakalau mau data terbaru. - Lihat dulu apakah IHSG lagi kuat, sideways, atau tertekan.
- Kalau banyak loser besar dan VIX naik, mode kamu sebaiknya lebih defensif.
- Kalau market sehat, baru lanjut ke
Screener.
Tips:
- Jangan hanya lihat top gainer. Kadang saham sudah terlalu jauh naik dan risk-nya besar.
- Kalau berita besar sedang ramai, tunggu chart konfirmasi dulu.
Screener
Screener adalah halaman utama untuk cari saham yang baru masuk radar.

Di sini kamu akan lihat beberapa kategori sinyal, seperti:
Cooldown resetEMA bounceBuy on dipSqueezeTechnical breakoutArahunterTurnaround
Kolom penting:
Ticker: kode saham.Kategori / Vector: alasan saham masuk radar.Muncul: kapan sinyal pertama kali muncul.Entry: area beli dari sistem.Target: target awal.Stop: area batal.Delta: progres harga dari entry awal.Mini chart: gambaran cepat arah harga setelah sinyal muncul.Chart / Report: tombol untuk buka analysis lengkap.
Cara pakai step by step:
- Pilih kategori sinyal yang mau dilihat.
- Gunakan filter harga kalau kamu hanya mau saham di range tertentu.
- Sort berdasarkan
latestkalau mau sinyal paling baru. - Cek
Delta: kalau sudah terlalu jauh, jangan FOMO. - Cek
D+2 evaluation: sinyal yang gagal setelah 2 hari bursa aktif sebaiknya tidak dipaksa. - Klik
Reportuntuk buka halaman Analysis.
Catatan D+2:
- D+2 hanya menghitung jam bursa aktif.
- Weekend, hari libur, atau quote yang tidak bergerak tidak dihitung.
- Jadi evaluasinya lebih adil dibanding hitung kalender biasa.
Analysis / Chart
Halaman Analysis adalah tempat baca chart dan conviction report.

Cara buka:
- Dari Screener, klik
Report. - Atau buka menu
Analysis, lalu ketik ticker sepertiBUMI,FIRE, atauDEWA. - Kalau ticker IDX belum pakai
.JK, sistem akan menambahkan otomatis.
Bagian penting di halaman ini:
- Chart utama.
- Ringkasan harga terakhir.
- Entry utama.
- Stop / invalidasi.
- Target dekat.
- Toggle indikator seperti EMA, Squeeze, Bollinger, MFI, VWAP, OBV, CMF.
- Conviction Report di sisi kanan atau bawah pada mobile.
Cara baca chart:
- Lihat trend besar dulu, jangan langsung lihat candle terakhir.
- Cek apakah harga berada di atas atau bawah EMA penting.
- Cek apakah harga masih dekat area entry atau sudah telat.
- Cek garis stop. Kalau candle sudah tembus, skenario batal.
- Cek target. Kalau jarak target kecil tapi stop jauh, risk/reward kurang menarik.
Di mobile:
- Chart tetap bisa dipakai, tapi label dibuat lebih pendek.
- Fokus dulu ke garis besar: entry, stop, target.
- Untuk detail lengkap, scroll ke bagian report.
Conviction Report
Conviction Report adalah versi ringkas dari semua data teknikal yang sudah dirangkum jadi rencana.
Bagian yang perlu kamu baca berurutan:
Current verdict: kesimpulan utama.Risk: level risiko.Screener sync: apakah sinyal screener sinkron dengan chart.Rencana aksi: area entry, stop, target, RR, dan batas waktu.Ringkasan keputusan: alasan singkat kondisi sekarang.Kenapa verdict ini muncul: alasan teknikal utama.Aksi berikutnya: apa yang sebaiknya dilakukan.Insight kompresi: info Squeeze / volatility engine.Quality metrics: skor setup dan volume.Quick validation: validasi indikator penting.
Contoh cara baca Rencana aksi:
Rencana aksi
INVALID / RISK OFF
1.5R
Maks. rugi 7.74%
Area entry : -
Beli ideal : 7.379
Batas waspada : 7.321
Stop batal : 6.808
Target 1 : 8.236
Target 2 : 8.807Artinya:
- Status
INVALID / RISK OFFberarti jangan agresif dulu. 1.5Radalah estimasi reward/risk.Maks. rugiadalah jarak risiko dari entry ke stop.Beli idealadalah area terbaik menurut sistem.Batas waspadaadalah level awal untuk mulai hati-hati.Stop bataladalah level yang membatalkan skenario.Target 1danTarget 2adalah area take profit bertahap.
Kalau Screener sync bilang aktif tapi chart risk-off:
- Masukkan saham ke watchlist.
- Jangan entry dulu.
- Tunggu chart pulih atau candle kembali valid.
- Baru pakai entry/stop/target setelah tidak invalid.
Kalau Screener sync dan chart searah:
- Pakai entry, stop, dan target yang sama dengan report.
- Jangan ubah stop lebih jauh hanya karena harga turun.
- Kalau sudah dekat target, evaluasi atau take profit bertahap.
Breakout
Halaman Breakout fokus ke kandidat technical breakout.

Gunanya:
- Cari saham dengan base ketat.
- Cari higher low.
- Cari volume expansion.
- Cari breakout yang belum terlalu extended.
Cara pakai:
- Buka menu
BREAKOUT. - Klik
RUN BREAKOUT SCANkalau mau scan ulang. - Lihat kandidat dengan score tertinggi.
- Cek
Entry,Target,Stop,Base,Dist BO,Vol, danRSI. - Klik
ANALYZEuntuk buka chart dan conviction report.
Tips:
- Breakout bagus biasanya tidak terlalu jauh dari base.
- Kalau
Dist BOsudah tinggi, risk mengejar harga juga lebih tinggi.
Research
Research dipakai untuk membangun corpus pola saham yang pernah naik besar.

Gunanya:
- Download data historis Yahoo Finance.
- Cari event saham yang naik 50% sampai 100%.
- Simpan pola dan fitur teknikalnya.
- Label event manual sebagai winner, failed breakout, false breakout, watchlist, dan lain-lain.
Cara pakai:
- Buka menu
RESEARCH. - Masukkan ticker, misalnya
BUMI. - Pilih periode 1, 2, 3, atau 5 tahun.
- Klik
DOWNLOAD / ENTER. - Pilih dataset yang sudah tersimpan.
- Baca summary dan event breakout.
- Beri label event kalau perlu.
- Export CSV/JSON kalau mau dianalisis lebih lanjut.
Similar Winners
Halaman ini ada di /research/similar.
Gunanya:
- Mencari saham yang mirip dengan historical winners.
- Ranking kandidat berdasarkan kemiripan pola.
- Melihat apakah setup masih early, near breakout, breakout, atau sudah extended.
Cara pakai:
- Buka
Research. - Klik
FIND SIMILAR WINNERS. - Tentukan limit saham yang mau discan.
- Pilih periode.
- Klik
FIND SIMILAR WINNERS. - Baca ranking kandidat.
- Jangan langsung entry. Buka chart dulu untuk validasi.
Settings
Settings dipakai untuk mengatur bot Telegram.
Yang bisa diisi:
BOT_API_TOKEN: token bot dari BotFather.CHANNEL_OR_GROUP_ID: ID channel atau group Telegram.VOLUME_SPIKE_THRESHOLD: batas rasio volume untuk alert.ENABLE_REALTIME_ALERTS: aktif/nonaktifkan alert real-time.
Cara setup singkat:
- Buat bot lewat BotFather di Telegram.
- Copy token bot.
- Masukkan token ke
BOT_API_TOKEN. - Tambahkan bot ke channel/group sebagai admin.
- Masukkan ID channel/group.
- Atur threshold volume sesuai kebutuhan.
- Centang
ENABLE_REALTIME_ALERTSkalau mau alert jalan. - Klik
SAVE_CONFIGURATION.
Kalau bot tidak merespons:
- Pastikan token benar.
- Pastikan bot sudah jadi admin di channel/group.
- Pastikan
CHANNEL_OR_GROUP_IDbenar. - Pastikan proses
scripts/telegram_bot.jssedang berjalan di server.
Telegram Bot
Bot Telegram dibuat supaya kamu bisa minta analisis cepat tanpa buka web.
Command penting:
BUMI
FIRE
DEWA
FIRE BUMI DEWA
BUMI scalp
/chart BUMI
/analysis BUMI
/analysis BUMI scalp
/daytrade
/scalp
/arahunter
/topCara pakai ticker langsung:
- Ketik
BUMIuntuk analisis harian. - Ketik
BUMI scalpuntuk timeframe 15 menit. - Ketik
FIRE BUMI DEWAuntuk minta beberapa report sekaligus.
Output Telegram sudah disamakan dengan web:
verdictberasal dari/api/technicalyang sama.screener syncberasal dari sinyal aktif yang sama.Rencana aksi,Ringkasan keputusan,Kenapa verdict ini muncul,Aksi berikutnya, danInsight kompresidibuat searah dengan conviction report web.
Kalau Telegram dan web terlihat beda:
- Klik tombol
Refreshdi Telegram. - Buka tombol
View Interactive Chart. - Pastikan timeframe sama, misalnya
1dvs15m. - Kalau tetap beda, kemungkinan data quote baru masuk di salah satu sisi lebih dulu.
Cara Baca Sinyal dan Risk
Gunakan aturan sederhana ini:
Sinyal Bagus
- Chart tidak risk-off.
- Harga belum jauh dari entry.
- Stop jelas.
- Target masih masuk akal.
- Volume mendukung.
- Screener dan chart searah.
Sinyal Perlu Ditunggu
- Screener aktif tapi chart risk-off.
- Harga sudah terlalu jauh dari entry.
- Reward/risk kecil.
- Volume melemah.
- Squeeze belum keluar arah.
Sinyal Sebaiknya Dihindari
- Harga sudah tembus stop.
- Chart bearish reversal.
- Candle terakhir invalidasi setup.
- Delta sudah terlalu tinggi dan dekat target.
- Market utama sedang sangat lemah.
Workflow Harian
Sebelum Market Buka
- Buka Dashboard.
- Cek berita utama.
- Cek kandidat screener dari hari sebelumnya.
- Tandai saham yang masih dekat entry.
- Abaikan yang sudah invalid atau terlalu jauh.
Saat Market Berjalan
- Gunakan Screener untuk sinyal baru.
- Buka Report sebelum ambil keputusan.
- Jangan entry kalau status risk-off.
- Gunakan stop sesuai report.
- Kalau harga bergerak cepat, tunggu pullback daripada kejar candle.
Setelah Market Tutup
- Evaluasi sinyal yang masuk D+2.
- Cek mana yang lanjut dan mana yang gagal.
- Update watchlist.
- Tambahkan data Research kalau ada saham menarik.
FAQ Singkat
Kenapa default Analysis buka IHSG?
Supaya saat halaman dibuka langsung ada chart yang berguna. IHSG jadi konteks market utama sebelum lihat saham individu.
Kenapa chart tampil 1 tahun tapi bisa scroll ke kiri?
Data harian diambil sampai beberapa tahun, tapi viewport awal dibuat 1 tahun supaya chart tidak terlalu padat.
Kenapa D+2 tidak menghitung weekend?
Karena harga tidak bergerak di weekend/libur. Evaluasi memakai jam bursa aktif supaya lebih adil.
Apa beda Screener dan Conviction Report?
Screener mencari kandidat. Conviction Report memvalidasi apakah kandidat itu layak dieksekusi sekarang atau cukup masuk watchlist.
Kalau screener aktif tapi report risk-off, ikut yang mana?
Ikut report. Artinya saham masuk radar, tapi chart live belum aman untuk entry.
Kalau Telegram dan web beda?
Pastikan timeframe sama dan refresh ulang. Keduanya memakai endpoint analisis yang sama, tapi timing quote bisa berbeda beberapa saat.
Checklist Sebelum Entry
Pakai checklist ini sebelum menekan tombol beli:
- Apakah chart tidak risk-off?
- Apakah harga masih dekat area entry?
- Apakah stop jelas?
- Apakah target memberi reward/risk masuk akal?
- Apakah candle terakhir belum invalidasi?
- Apakah market umum mendukung?
- Apakah kamu siap cut loss kalau stop ditembus?
Kalau ada dua atau lebih jawaban “tidak”, lebih baik tunggu.